Kode keamanan
Belajar melakukan
Sistemnya berkelompok
Menarik dan menantang
Di alam terbuka
Hadir orang dewasa
Tanda cakap
Satuan terpisah
Itulah salah satu lagu yang wajib dinyanyikan oleh para penggalang SSA. Lagunya lucu dan ceria. Adik-adik penggalang sudah sangat hafal dan fasih mendendangkannya dengan diiringi gerakan semangat. Lagu yang mengusung irama lagu anak-anak “Becak”, namun liriknya diganti sesuai dengan tema Pramuka.
Awal tahun 2023, SSA menggelar kegiatan seru dan penuh kehangatan di sekolah. Gedung SSA lantai 2 dan 3 dipenuhi oleh adik-adik penggalang yang siap sedia mengikuti rangkaian kegiatan PERJUSA (Perkemahan Jumat Sabtu). Perjusa diadakan pada hari Jumat, 3 Februari 2023 siang hingga Sabtu, 4 Februari 2023 siang. Perjusa tahun ini diikuti oleh 440 penggalang yang terdiri dari 144 murid kelas 7, 138 murid kelas 8, dan 128 murid kelas 9. 440 penggalang terbagi menjadi 51 regu, yaitu 23 regu putra dan 28 regu putri. Kebayang nggak gengs keramaian plus kegaduhan yang menyelimuti seantero SSA? It will be the memorable moment to us.
Perjusa yang diadakan selama 2 hari 1 malam benar-benar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh pembina Pramuka, yaitu kak Yopi dan kak Erna dibantu oleh jajaran kakak-kakak pembina lainnya. Ada kak Wahyu, kak Yayan, kak Aurel, kak Detty, kak Christine, kak Inna, kak Intan, kak Reny, kak Deo, kak Vera, kak Abim, kak Gita, kak Rio, kak Magda, kak Maria, kak Siska, kak Entin, kak Bayu hingga kak Diman dan kak Mamang. Persiapan yang luar biasa itu diharapkan akan menjadi kenangan indah di masa sekolah bagi adik-adik penggalang.

Di hari pertama, adik-adik penggalang langsung meluncur ke kelas yang sudah ditetapkan. Beberapa regu bergabung dalam satu kelas dengan seorang kakak pembina. Mereka menata kelas menjadi kamar yang nyaman untuk mereka tempati selama 2 hari 1 malam. Selesai menata kamar, adik-adik penggalang mengikuti upacara pembukaan Perjusa. Upacara pembukaan Perjusa berjalan dengan khusyuk dan ceria. Nampak wajah-wajah antusias yang bersedia untuk berkomitmen mematuhi peraturan Perjusa.

Upacara pembukaan Perjusa dilanjutkan dengan Wide Game. Wide Game terdiri dari 4 pos yang harus disinggahin tiap regu untuk menguji kompetensi mereka selaku Praja Muda Karana. Pos 1 merupakan pioneer, dimana tiap regu harus berjibaku dengan tongkat dan tali untuk membuat sebuah tandu yang kokoh. Pos 2, regu harus mempraktikan 12 gerakan dasar PBB secara kompak. Pos 3 memegang kendali pelafalan dan ketepatan Dasadharma dan Tri Satya. Pos 4, regu dapat melemaskan ototnya dengan asyik bernyanyi 10 lagu daerah pilihan. Nah, terasa lelahnya kan adik-adik! Rasa lelah tersebut pasti terbayar dengan keberhasilan regu melewati pos demi pos, apalagi ketika mendapatkan tanda tangan dan nilai dari kakak-kakak pembina.

Wide game selesai, adik-adik penggalang diperbolehkan istirahat dan mengisi amunisi dengan dinner. Hal yang paling menantang bagi adik-adik penggalan dalam kegiatan Perjusa adalah ketidakbisaan mereka untuk membersihkan diri alias mandi. Duh! Mambuuu rek! Itulah seninya perkemahan. Hihihi. Malam harinya, kakak-kakak pembina sudah mempersiapkan api unggun. Api unggu dinyalakan dengan diawali oleh upacara. Mimin yakin ini adalah 1st moment bagi adik-adik penggalang menyaksikan upacara api unggun. Luar biasa para petugas upacara api unggun. Saluuute! Api unggun pun menghangatkan malam itu dan semakin membara dengan penampilan-penampilan dari talenta tiap regu. Ada yang nyanyi berjamaah, menari dengan lincah, ada yang menyanyi sambil menari, dan ada pula yang menampilkan kemampuannya dalam gerakan semaphore flag. Mereka tampil dengan percaya diri dan solid. Malam yang tak akan tergantikan kemesraannya.

Adik-adik penggalang tidur larut malam itu. Namun, mereka tetap semanggi untuk senam bersama. Senam selesai, mereka mengisi perut dengan santapan lezat. Kegiatan selanjutnya ialah permainan Benar Salah dan Estafet Sarung. Antarregu akan bertanding dalam kedua permainan tersebut. Seru dan menantang. Wajah sumringah saat bermain terlihat jelas dari foto-foto yang ditampilkan. Setelah bermain, mereka kembali ke kamar untuk melaksanakan operasi semut di kamar masing-masing. Mereka harus memastikan kelas tertata seperti semula dan tidak ada barang pribadi yang tertinggal nantinya. Waktu untuk operasi semut sangat singkat karna mereka harus bersiap diri berseragam Pramuka kembali untuk mengikuti upacara penutupan Perjusa. Kegiatan terakhir dalam Perjusa yang menjadi tanda perpisahan mereka dengan regu. Kegiatan akhir yang menautkan rangkaian unforgetable moment selama Perjusa. Wajah-wajah lelah yang tetap ceria mengiringi kepulangan adik-adik penggalang ke rumah masing-masing.

Itulah kisah singkat dari rangkaian kegiatan Perjusa Tahun 2023 SSA. Kegiatan Perjusa pertama setelah terlepas dari pandemi dengan tema Tangguh (Tangkas, Guyup, Unggul, dan Harmonis) di rumah kedua kami, SMP Strada Santa Anna. Kegiatan yang merajut kenangan indah nan hangat. Terima kasih telah mendukung kegiatan ini. Sampai jumpa di kegiatan Perjusa tahun depan. Salam Pramuka. Salam AMDG.

Sebarkan artikel ini